Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu | Penting

Bismillah | Keluarga Blog IslamAssalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah admin hari ini mau posting kembali.. ๐Ÿ™‚ selagi ada kesempatan untuk berbagi dengan sobat KEBLIM semua. mari kita simak bersama artikel kali ini “Dosa meninggalkan shalat 5 waktu” Read NOW !!

Shalat 5 waktu

Meninggalkan shalat 5 waktu !!! BAHAYA

DOSA MENINGGALKAN SHALAT

1. Shalat Shubuh : Satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.

2. Shalat Dzuhur : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat Islam.

3. Shalat ‘Ashar : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup / meruntuhkan Kaโ€™bah.

4. Shalat Maghrib : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orang tua.

5. Shalat Isya’ : Satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi oleh Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmat-Nya.

BALASAN MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA DI DUNIA

1. Allah SWT mengurangi keberkahan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan Shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA SAKRATUL MAUT

1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU DI ALAM KUBUR

1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit-sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan Shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA BERTEMU ALLAH

1. Orang yang meninggalkan Shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh Malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa-dosanya dan akan di azab sangat pedih di Neraka.

Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Sholat Fardu ini diriwayatkan dalam sebuah Hadits :

Ketika Rasulullah SAW Mi’raj, oleh Malaikat Jibril diperlihatkan suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu. Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala mereka pecah, kemudian mereka kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah (orang) ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Shalat fardhu.” (H.R. Thabrani)

Astaghfirullahal ‘Adzhim.

Dalil Pertama

Firman Allah Taโ€™ala,

ุฃูŽููŽู†ูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ (35)

โ€œMaka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?โ€ (Q.S. Al Qalam [68] : 35)

hingga ayat,

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠููƒู’ุดูŽูู ุนูŽู†ู’ ุณูŽุงู‚ู ูˆูŽูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนููˆู†ูŽ (42) ุฎูŽุงุดูุนูŽุฉู‹ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุชูŽุฑู’ู‡ูŽู‚ูู‡ูู…ู’ ุฐูู„ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ (43)

โ€œPada hari betis disingkapkandan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.โ€ (Q.S. Al Qalam [68] : 43)

Dari ayat di atas, Allah Taโ€™ala mengabarkan bahwa Dia tidak menjadikan orang muslim seperti orang mujrim (orang yang berbuat dosa). Tidaklah pantas menyamakan orang muslim dan orang mujrim dilihat dari hikmah Allah dan hukum-Nya.

Kemudian Allah menyebutkan keadaan orang-orang mujrim yang merupakan lawan dari orang muslim. Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya),โ€Pada hari betis disingkapkanโ€. Yaitu mereka (orang-orang mujrim) diajak untuk bersujud kepada Rabb mereka, namun antara mereka dan Allah terdapat penghalang. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana orang-orang muslim sebagai hukuman karena mereka tidak mau bersujud kepada-Nya bersama orang-orang yang shalat di dunia.

Maka hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang meninggalkan shalat akan bersama dengan orang kafir dan munafik. Seandainya mereka adalah muslim, tentu mereka akan diizinkan untuk sujud sebagaimana kaum muslimin diizinkan untuk sujud.

Dalil Kedua

Firman Allah Taโ€™ala,

ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฑูŽู‡ููŠู†ูŽุฉูŒ (38) ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู (39) ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุงุชู ูŠูŽุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ (40) ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ (41) ู…ูŽุง ุณูŽู„ูŽูƒูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุณูŽู‚ูŽุฑูŽ (42) ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽู…ู’ ู†ูŽูƒู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู†ูŽ (43) ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูŽูƒู ู†ูุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽ (44) ูˆูŽูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุฎููˆุถู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุฆูุถููŠู†ูŽ (45) ูˆูŽูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ููƒูŽุฐู‘ูุจู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู (46) ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽุชูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู (47)

โ€œTiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, โ€œApakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematianโ€.โ€ (QS. Al Mudatstsir [74] : 38-47)

Setiap orang yang memiliki sifat di atas atau seluruhnya berhak masuk dalam neraka saqor dan mereka termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa). Pendalilan hal ini cukup jelas. Jika memang terkumpul seluruh sifat di atas, tentu kekafiran dan hukumannya lebih keras. Dan jika hanya memiliki satu sifat saja tetap juga mendapatkan hukuman.

Jadi tidak boleh seseorang mengatakan bahwa tidaklah disiksa dalam saqor kecuali orang yang memiliki seluruh sifat di atas. Akan tetapi yang tepat adalah setiap sifat di atas patut termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa). Dan Allah Taโ€™ala telah menjadikan orang-orang mujrim sebagai lawan dari orang beriman. Oleh karena itu, orang yang meninggalkan shalat termasuk orang mujrim yang berhak masuk ke neraka saqor. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ ูููŠ ุถูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุณูุนูุฑู (47) ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุณู’ุญูŽุจููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ุฐููˆู‚ููˆุง ู…ูŽุณู‘ูŽ ุณูŽู‚ูŽุฑูŽ (48)

โ€œSesungguhnya orang-orang yang mujrim (bedosa) berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): โ€œRasakanlah sentuhan api neraka!โ€.โ€ (QS. Al Qomar [54] : 47-48)

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู…ููˆุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูŠูŽุถู’ุญูŽูƒููˆู†ูŽ (29)

โ€œSesungguhnya orang-orang yang mujrim (berdosa), adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.โ€ (QS. Al Muthaffifin [83] : 29). Dalam ayat ini, Allah menjadikan orang mujrim sebagai lawan orang mukmin.

Dalil Ketiga

Firman Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขูŽุชููˆุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œDan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taโ€™atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.โ€ (QS. An Nur [24] : 56)

Pada ayat di atas, Allah Taโ€™ala mengaitkan adanya rahmat bagi mereka dengan mengerjakan perkara-perkara pada ayat tersebut. Seandainya orang yang meninggalkan shalat tidak dikatakan kafir dan tidak kekal dalam neraka, tentu mereka akan mendapatkan rahmat tanpa mengerjakan shalat. Namun, dalam ayat ini Allah menjadikan mereka bisa mendapatkan rahmat jika mereka mengerjakan shalat.

Dalil Keempat

Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู†ูŽ (4) ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ (5)

โ€œMaka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.โ€ (QS. Al Maaโ€™un [107] : 4-5)

Saโ€™ad bin Abi Waqash, Masyruq bin Al Ajdaโ€™, dan selainnya mengatakan, โ€Orang tersebut adalah orang yang meninggalkannya sampai keluar waktunya.โ€

Ancaman โ€˜waโ€™ilโ€™ dalam Al Qurโ€™an terkadang ditujukan pada orang kafir seperti pada ayat,

ูˆูŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ (6) ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ (7)

โ€œDan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.โ€ (QS. Fushshilat [41] : 6-7)

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ููƒูู„ู‘ู ุฃูŽูู‘ูŽุงูƒู ุฃูŽุซููŠู…ู (7) ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุขูŽูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูุชู’ู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุตูุฑู‘ู ู…ูุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑู‹ุง ูƒูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู’ู‡ูŽุง ููŽุจูŽุดู‘ูุฑู’ู‡ู ุจูุนูŽุฐูŽุงุจู ุฃูŽู„ููŠู…ู (8) ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽู„ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุขูŽูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽู‡ูŽุง ู‡ูุฒููˆู‹ุง ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ู…ูู‡ููŠู†ูŒ (9)

โ€œKecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.โ€ (QS. Al Jatsiyah [45] : 7-9)

ูˆูŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠุฏู (2)

โ€œDan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.โ€ (QS. Ibrahim [14] : 2)

Terkadang pula ditujukan pada orang fasik (tidak kafir), seperti pada ayat,

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุทูŽูู‘ููููŠู†ูŽ (1)

โ€œKecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.โ€ (QS. Al Muthaffifin : 1)

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ููƒูู„ู‘ู ู‡ูู…ูŽุฒูŽุฉู ู„ูู…ูŽุฒูŽุฉู (1)

โ€œKecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.โ€ (QS. Al Humazah [104] : 1)

Lalu bagaimana dengan orang yang meninggalkan shalat (dengan sengaja)? Apakah ancaman โ€˜waโ€™ilโ€™ tersebut adalah kekafiran ataukah kefasikan?

Jawabannya : bahwa lebih tepat jika ancaman โ€˜wailโ€™ tersebut adalah untuk orang kafir. Kenapa demikian?

Hal ini dapat dilihat dari dua sisi :

1)ย ย ย  Terdapat riwayat yang shohih, Saโ€™ad bin Abi Waqqash mengatakan tentang tafsiran ayat ini (surat Al Maโ€™uun ayat 4-5), โ€Seandainya kalian meninggalkan shalat maka tentu saja kalian ย kafir. Akan tetapi yang dimaksudkan ayat ini adalah menyia-nyiakan waktu shalat.โ€

2)ย ย ย  Juga ditunjukkan oleh dalil-dalil yang menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat, sebagaimana yang akan disebutkan.

Dalil Kelima

Firman Allah โ€˜Azza wa Jalla,

ููŽุฎูŽู„ูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ุฎูŽู„ู’ููŒ ุฃูŽุถูŽุงุนููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนููˆุง ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู ููŽุณูŽูˆู’ููŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุบูŽูŠู‘ู‹ุง (59) ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุงุจูŽ ูˆูŽุขูŽู…ูŽู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู…ูู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง

โ€œMaka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.โ€ (QS. Maryam : 59)

Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan bahwa โ€˜ghoyyaโ€™ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam.

Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini โ€“yaitu bagian neraka yang paling dasar- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.

Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,โ€kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal salehโ€. Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah muโ€™min, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.

Dalil Keenam

Firman Allah Taโ€™ala,

ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขูŽุชูŽูˆูุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ููŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู

โ€œJika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.โ€ (QS. At Taubah [9] : 11)

Dalam ayat ini, Allah Taโ€™ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Mereka bukanlah muโ€™min sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ

โ€œOrang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.โ€ (QS. Al Hujurat [49] : 10)

Meninggalkan shalat perkara yang teramat berbahaya. Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebutkan bahayanya pula dalam berbagai hadits, setelah sebelumnya kita lihat dalam berbagai ayat Al Qurโ€™an mengenai hal ini.

Hadits Pertama

Dari Jabir bin โ€˜Abdillah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€œ(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.โ€ (HR. Muslim no. 257)

Hadits Kedua

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata,โ€Aku mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ

โ€œPerjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.โ€ (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasaโ€™i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574)

Hadits Ketiga

Dari Tsauban radhiyallahu โ€˜anhu -bekas budak Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุนูŽุจู’ุฏู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ูƒููู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ููŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒูŽ

โ€œPemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.โ€ (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566)

Hadits Keempat

Diriwayatkan dari Muโ€™adz bin Jabal, Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ู…ูŽูƒู’ุชููˆุจูŽุฉู‹ ู…ูุชูŽุนูŽู…ู‘ูุฏุงู‹ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุฑูุฆูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฐูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œBarangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. โ€ (HR. Ahmad no.22128. Dikatakan hasan lighoirihi oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 569)

Hadits Kelima

Diriwayatkan dari Muโ€™adz bin Jabal, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฑูŽุฃู’ุณู ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุนูŽู…ููˆุฏูู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dhoโ€™if Sunan At Tirmidzi)

Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.

Hadits Keenam

Dalam dua kitab shohih, berbagai kitab sunan dan musnad, dari Abdullah bin โ€™Umar radhiyallahu โ€™anhuma. Beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุจูู†ูู‰ูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽุญูŽุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.โ€ย  (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Cara pendalilan dari hadits ini adalah :

1)ย ย ย  Dikatakan dalam hadits ini bahwa islam adalah seperti kemah yang dibangun atas lima tiang. Apabila tiang kemah yang terbesar tersebut masih ada, maka tegaklah kemah Islam.

2)ย ย ย  Dalam hadits ini juga disebutkan bahwa rukun-rukun Islam dijadikan sebagai tiang-tiang suatu kemah. Dua kalimat syahadat adalah tiang, shalat juga tiang, zakat juga tiang. Lalu bagaimana mungkin kemah Islam tetap berdiri jika salah satu dari tiang kemah sudah tidak ada, walaupun rukun yang lain masih ada?!

Hadits Ketujuh

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุชูŽู†ูŽุง ุŒ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู‚ูุจู’ู„ูŽุชูŽู†ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฐูŽุจููŠุญูŽุชูŽู†ูŽุง ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง

โ€œBarangsiapa mengerjakan shalat kami, menghadap kiblat kami, dan memakan sembelihan kami; maka dia adalah muslim. Dia memiliki hak sebagaimana hak umumnya kaum muslimin. Demikian juga memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban kaum muslimin.โ€ (Lihat Syarhul โ€˜Aqidah Ath Thohawiyyah Al Albani, 351. Beliau mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Cara pendalilan dari hadits ini adalah :

1)ย ย ย  Seseorang dikatakan muslim jika memenuhi tiga syarat seperti yang disebutkan dalam hadits di atas. Maka tidak disebut muslim jika tidak memenuhi syarat tersebut.

2)ย ย ย  Jika seseorang shalat menghadap ke arah timur, tidak disebut muslim hingga dia shalat dengan menghadap kiblat muslimin. Maka bagaimana jika seseorang yang tidak pernah menghadap kiblat karena meninggalkan shalat secara total?!

Hadits Kedelapan

Diriwayatkan Mihjan bin Al Adroโ€™ Al Aslamiy bahwa

ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฃูŽุฐู‘ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู โ€“ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูŽุนูŽ ูˆูŽู…ูุญู’ุฌูŽู†ูŒ ููู‰ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณูู‡ู โ€“ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุตูŽู„ู‘ูู‰ูŽ ุฃูŽู„ูŽุณู’ุชูŽ ุจูุฑูŽุฌูู„ู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูู‰ ูƒูู†ู’ุชู ู‚ูŽุฏู’ ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ุฅูุฐูŽุง ุฌูุฆู’ุชูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ยป.

Beliau pernah berada di majelis bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu dikumandangkan adzan untuk shalat. Kemudian beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berdiri, lalu kembali (ke belakang, pen), sedangkan Mihjan masih dudk di tempat semula. Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan,โ€Apa yang menghalangimu shalat, bukankah engkau adalah seorang muslim?โ€ Lalu Mihjan mengatakan, โ€Betul. Akan tetapi saya sudah melaksanakan shalat bersama keluargaku.โ€ Lalu Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan padanya, โ€Apabila engkau datang, shalatlah bersama orang-orang, walaupun engkau sudah shalat.โ€ (HR. An Nasaโ€™i no. 685. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dhoโ€™if Sunan An Nasaโ€™i)

Dalam hadits ini, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjadikan pembeda antara muslim dan kafir dengan shalat. Maka dalam hadits tersebut terlihat bahwasanya seandainya seseorang itu muslim maka pasti dia shalat. Hal ini sama saja jika dikatakan,โ€Kenapa engkau tidak berbicara, bukankah engkau adalah orang yang mampu berbicara?โ€ atau โ€œKenapa engkau tidak bergerak, bukankah engkau orang yang hidup?โ€.

Seandainya seseorang disebut muslim tanpa mengerjakan shalat, maka tentu tidak perlu dikatakan pada orang yang tidak shalat, โ€Bukankah kamu adalah seorang muslim?โ€

Hadits Kesembilan

Hadits berikut ini tidak berasal dari kitab Ash Sholah, Ibnul Qoyyim. Namun, sengaja ditambahkan dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam risalahnya โ€˜Hukmu Tarikish Sholahโ€™ karena di dalamnya terdapat faedah yang sangat berharga.

Dalam Shohih Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu โ€˜anha berkata bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุณูŽุชูŽูƒููˆู†ู ุฃูู…ูŽุฑูŽุงุกู ููŽุชูŽุนู’ุฑููููˆู†ูŽ ูˆูŽุชูู†ู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽุฑูŽููŽ ุจูŽุฑูุฆูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุฑูŽ ุณูŽู„ูู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุถูู‰ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูŽุนูŽ

โ€œSuatu saat akan datang para pemimpin. Mereka melakukan amalan maโ€™ruf (kebajikan) dan kemungkaran (kejelekan). Barangsiapa mengetahui bahwa itu adalah kemungkaran maka dia telah bebas. Barangsiapa mengingkarinya maka dia selamat. Sedangkan (dosa dan hukuman adalah) bagi siapa yang ridho dan mengikutinya.โ€ Kemudian para shahabat berkata, โ€œApakah kami boleh memrangi mereka.โ€ Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab,

ู„ุงูŽ ู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูˆู’ุง

โ€œJangan selama mereka mengerjakan shalat.โ€ (HR. Muslim no. 4906. Lihat penjelasan hadits ini di Ad Dibaj โ€˜ala Muslim, 4/462 dan Syarha An Nawawi โ€˜ala Muslim, 6/327)

Dari โ€˜Auf bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎููŠูŽุงุฑู ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุชููƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุชูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุดูุฑูŽุงุฑู ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุชููƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูุจู’ุบูุถููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุจู’ุบูุถููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽู„ู’ุนูŽู†ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุนูŽู†ููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ยป. ู‚ููŠู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽููŽู„ุงูŽ ู†ูู†ูŽุงุจูุฐูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุณู‘ูŽูŠู’ูู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ุงูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ูููŠูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูˆูู„ุงูŽุชููƒูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ููˆู†ูŽู‡ู ููŽุงูƒู’ุฑูŽู‡ููˆุง ุนูŽู…ูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุฒูุนููˆุง ูŠูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุฉู ยป.

โ€œSebaik-baik pemimpin-pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoโ€™akan kalian dan kalian pun mendoโ€™akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.โ€ Kemudian ada yang berkata, โ€Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?โ€ ย ย Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œTidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannyaย  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.โ€ (HR. Muslim no. 4910)

Dalam dua hadits ini terdapat dalil untuk memerangi penguasa dengan pedang apabila mereka tidak mendirikan shalat. Dan tidak boleh menentang penguasa dan memerangi mereka sampai mereka melakukan kufur yang nyata di mana terdapat pada kita burhan (petunjuk) dari Allah Taโ€™ala sebagaimana hadits dari โ€˜Ubadah bin Ash Shomit radhiyallahu โ€˜anhu,

ุฏูŽุนูŽุงู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุจูŽุงูŠูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุจูŽุงูŠูŽุนูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ููู‰ ู…ูŽู†ู’ุดูŽุทูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูู†ูŽุง ูˆูŽุนูุณู’ุฑูู†ูŽุง ูˆูŽูŠูุณู’ุฑูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุซูŽุฑูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ู†ูู†ูŽุงุฒูุนูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูˆู’ุง ูƒููู’ุฑู‹ุง ุจูŽูˆูŽุงุญู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠู‡ู ุจูุฑู’ู‡ูŽุงู†ูŒ ยป

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengajak kami untuk berbaiโ€™at, lalu kami berbaiโ€™at kepadanya. Baiโ€™at tersebut mewajibkan kami untuk mendengar dan selalu taโ€™at kepada penguasa dalam keadaan senang atau benci, sulit atau lapang, dan mengalahkan kepentingan kami, juga tidak menentangnya. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€™Sampai kalian melihat adanya kekufuran yang nyata dan kalian memiliki bukti dari Allahโ€™.โ€ (HR. Muslim no. 4877)

Kesimpulannya, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam hadits ini mengaitkan perbuatan meninggalkan shalat dengan memerangi penguasa dan ini dianggap sebagai kekufuran yang nyata.

Sumber : https://rumaysho.com/

ย Berbagai sumber (forum eocommunity)

Advertisements

About ademiftahfauzi

Seorang Mahasiswa Muslim yang memiliki mimpi besar untuk Dakwah, dengan motto : โ€œKenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.โ€

Posted on January 25, 2014, in Fiqih, Hadist, Informasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. wah takut dosa nya gan, nice share

    Like

  2. iya sob! dosa pake banget malah. wong itu wajib dan sudah di atur dalam al quran atau hadist. sholat juga merupakan tiang agama. ๐Ÿ™‚

    Like

  3. astagpirullohhaladimmmmmm………….ampuni dosaku ya alloh

    Like

  4. yazid abubakar muawiyah

    An-Nawawiy rahimahullah berkata :
    ููŠ ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุชูƒุงุณู„ุง ู…ุน ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ูˆุฌูˆุจู‡ุง: ูู…ุฐู‡ุจู†ุง ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑ ู…ุง ุณุจู‚ ุงู†ู‡ ูŠู‚ุชู„ ุญุฏุง ูˆู„ุง ูŠูƒูุฑ ูˆุจู‡
    โ€œDalam madzhab-madzhab para ulama terhadap orang yang meninggalkan shalat karena malas bersamaan dengan keyakinan akan kewajibannya, maka madzhab kami (yaitu madzhab Syaafiโ€™iyyah โ€“ Abul-Jauzaaโ€™) yang masyhuur adalah sebagaimana yang telah lewat yaitu ia dibunuh sebagai hadd, namun tidak dikafirkanโ€ [Al-Majmuuโ€™, 3/16].

    Like

  5. Ass.wr.wb
    saya sering meninggalkan sholat isya…
    karena ngantuk… jd g sholt.. dan saya biasa bilg nanti msh banyk wktu…

    Like

    • Jangan menunda waktu untuk shalat,, bersegeralah,, Allah SWT berfirman :
      โ€œMaka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui โ€œghayyuโ€œ. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.โ€ (QS.Maryam:59-60)

      โ€œMaka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.โ€ (QS.Al-Maun:4-5)

      Ghayyu merupakan lembah yang berbau sangat busuk yang sangat jauh kedalamannya dan berisikan nanah dan darah. Sedangkan wail adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya.

      Langkah berikutnya mari kita BERTAUBAT.

      Like

  6. meninggalkam sholat memang dosanya sangat berat..

    Like

  7. adakah ia hadis sahih, atau hasan, atau dhaif, atau bahkan maudu’?

    Like

    • poin poin diatas merupakan rangkuman penulis yang telah mengambil dari berbagai sumber,, beberapa ayat quran dan hadist bisa di baca seluruhnya…
      Yang terpenting adalah bahwa meninggalkan shalat itu DOSA BESAR,, maka dari itu jangan pernah diantara kita untuk lalai dalam menegakkan shalat..
      semoga allah swt memberikan ampunan dan kasih sayangnya kepada kita semua. AMIN.

      Like

Apa Komentar Anda ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: