Ayo Kembali Ke Masjid!!

Bismillah | Keluarga Blog IslamDalam sebuah penggalan puisi dari teater Bidadari tanpa telunjuk yang berbunyi, ” Ada rasa sakit hari ini, saat generasi muda mengatakan Islam adalah agama yang tua, Dan mengekang kemajuan, Padahal  sejarah telah menjadi saksi, dengan keislamannya ibnu batutah bisa mengelilingi dunia, Dengan keislamnannyua Muhammad al faith bisa menguasai kontantinopel, Dengan keislamnnya abu bakar menjadi orang terkaya, Ada rasa sakit hari ini, saat , Hari ini, masjid – masjid di runtuhkan. Ahlak generasi muda di racuni. Muslim diasingkan dari, kemuslimannya. Sebuah simbol tidak berpengaruihnya kita di zaman ini

Berikut akan penulis sajikan sebuah kisah inspiratif yang mengajak kita semua untuk kembali ke masjid.

Ayo Kembali Ke Masjid!

Mengaji di Masjid Al-Ghozali(Dokumentasi Pribadi: mengajar ngaji anak-anak)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kasih sayang kepada kita semua. Pada senin pagi, ketika melaksanakan shalat subuh secara berjamaah di masjid Al-Ghozali. Masjid Al-Ghozali terletak di Dusun Cikole Rt.05 Rw. 06 Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti. Beberapa jamaah saat itu menyapa saya yang memang baru sampai rumah tadi malam dari Surabaya, iqamah telah dikumandangkan,

 

Jamaah            : “Silahkan a, jadi imam” Saya merasa kaget, langsung ditunjuk jadi imam, padahal ada disana yang biasa mengimami yaitu Ust. Emuh

Ust. Emuh       : “ gak apa a, silahkan maju!”

 

Akhirnya saya pun menjadi imam subuh pada waktu itu. Setelah shalat, kami melakukan dizikir bersama dengan dikeraskan. Saya yang pada saat itu baru mulai berdzikir dengan dikeraskan berusaha untuk mengingat ingat bacaan yang biasa di bacakan oleh para jamaah masjid Al-Ghozali. Alhamdulillah, saya pun dapat menjalani kegiatan ibadah dengan lancar.

Hari-hari berikutnya saya diamanahi untuk menjadi imam masjid Al-Ghozali terutama pada waktu subuh, magrib dan isya, dengan rata-rata jumlah jamaahnya sekitar 10-23 orang. Amanah suatu perkara yang agung, apalagi diamanahi sebagai seorang imam shalat. Selain kita harus memahami semua hal terkait dengan shalat, kepribadian akan menjadi teladan bagi masyarakat.

 

Masyarakat      : “Alhamdulillah nya ada ade, yang masih muda tapi bisa jadi imam, bacaannya juga baik”

Saya                : “alhamdulillah, semoga banyak anak muda yang taat kepada Allah dan terikat hatinya kepada masjid”

Masyarakat      : “kenapa yah, hari ini yang dimasjid kebanyakan dari golongan tua, mulai dari muadzin, imam sampai jamaahnya orang orang tua”

Saya                : “Mungkin, karena pengaruh lingkungan (keluarga, teman, kemajuan teknologi) yang tidak mendukung golongan muda dalam ketaan kepada tuhan-Nya”

 

Memang jarang sekali golongan pemuda di desa tersebut yang datang ke masjid untuk shalat berjamaah, masjid masih banyak di isi oleh golongan orang tua. Pertanyaannya dimana para pemuda??

Pada jum’at malam seperti biasa kegiatan ba’da magrib adalah mengaji Al-Qur’an, dimana para anak-anak kecil menyetorkan bacaannya kepada ustadz/ustadzahnya. Mayoritas yang mengaji adalah anak dari jenjang TK-SD, yang sudah SLTP jarang yang mengaji dimasjid. Kemudian saya mengaktifkan kembali IREMA Al-Ghozali. Ba’da isya saya berkumpul dengan anak-anak IREMA Al-Ghozali yang anggotanya masih berstatus sebagai pelajar di jenjang SLTP-SLTA

 

Saya    : “Di hari akhir nanti ada 7 golongan yang akan mendapat naungan dari Allah SWT, dan tidak ada naungan lagi selain dari Allah SWT. Diantaranya adalah : pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah dan seseorang yang hatinya terikat pada masjid, semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT. Amin

Salah satu yang bisa lakukan sekarang adalah menjalankan lagi program Belajar Mengajar ngaji

Lendi   : “maksudnya gimana?”

Saya    : “jadi gini, setiap ba’da magrib yang di jenjang SLTP-SLTA menyimak dan memperbaiki bacaan adik adiknya yang masih SD bahkan TK yang baru belajar dengan buku IQRA, isya’allah ini bisa menjadi amal jariyah kalian”

Mengaji di Masjid Al-Ghozali(Dokumentasi Pribadi: mengajar ngaji anak-anak di masjid al-ghozali)

Ke esokan harinya, program itu sudah mulai berjalan. Anak yang baru belajar ngaji dengan menggunaan buku IQRA di simak dan diperbaiki bacaannya oleh kakak-nya, dst. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” Hadist ini menjadi spirit untuk senantiasa belajar dan mengajarkan al quran.

 Setelah itu sudah mulai berjalan berbagai program , mulai dari : Pengajian rutin setiap pekan, bersih-bersih masjid dan lingkungannya, Qiraat quran, dll. Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar ngaji ini sudah berjalanan, semoga Allah SWT memberikan keistiqamahan kepada kita semua dalam beribadah kepada-Nya. Amin.

Advertisements

About ademiftahfauzi

Seorang Mahasiswa Muslim yang memiliki mimpi besar untuk Dakwah, dengan motto : “Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”

Posted on January 20, 2018, in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Apa Komentar Anda ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: