Bahagia!! Mendidik Pelajar Muslim

Bismillah | Keluarga Blog IslamPerlu diketahui bahwa tugas seorang guru bukanlah hanya sekedar mengajar tapi ada yang lebih utama dari pada itu, yakni : Mendidik. mendidik karakter siswa, mendidik adab siswa, mendidik siswa muslim sehingga mencapai identitas muslim yang benar. Itulah tugas yang harus di tunaikan oleh para setiap guru. kisah berikut semoga dapat memotivasi kita semua, bagaimana seorang guru dalam perjuangan mendidik siswa.

BAHAGIA! MENDIDIK PELAJAR MUSLIM

Senin pagi, saya langsung berangkat ke SMP Negeri 2 Cihaurbeuti untuk memberikan surat permohonan izin tentang prkatek mengajar. Ketika itu saya bertemu dengan Pak Wowo Tarwo,S.Pd. M.Pd. sekaligus sebagai guru pendamping saya selama kegiatan praktek mengajar. Pada saat itu saya belum dapat konfirmasi langsung dari kepala sekolah, maka hari itu belum bisa diputuskan mengenai kelas yang dituju untuk praktek mengajar, waktu itu saya ngobrol sejenak dengan para civitas akademika sekolah disana mengenai kondisi lingkungan.

Hari selasa, saya kembali ke SMPN 2 Cihaurbeuti. Saya bertemu dengan pak wowo. Kemudian beliau memberikan saya lembar jadwal pelajaran dan absen siswa kelas. Saya diberi amanahi untuk mengajar di dua kelas yaitu kelas VII C dan VII D.

Pak wowo       : “ini de, jadwalnya. Nanti ade masuk di kelas VII C dan VII D pada hari selasa-rabu.”

Saya                : “oh iyah pak, terimakasih. Hari ini boleh saya observasi kelas terlebih dahulu?”

Pak wowo       : “boleh, nanti masuknya jam 07.30”

Setelah itu , pak wowo dan saya berangkat ke kelas VII C. Alhamdulillah kedatangan saya disambut baik oleh para siswa, pelajaran pun dimulai pak wowo memberikan kesempatan kepada saya untuk memperkenalkan diri. Perkenalan dengan metode tanya jawab di mulai, para siswa bertanya dan saya menjawab apa apa yang ditanyakan. Diakhir sesi perkenalan, saya berbagi motivasi kepada adik-adik tentang semangat belajar agar terus berjuang dan berdo’a, sehingga hari ini saya bisa kuliah dengan beasiswa 100% di STKIP Al Hikmah.

Pak Wowo mengajar selama 1 jam pelajaran kemudian secara mendadak beliau meminta saya untuk melanjutkan 2 jam pelajaran berikutnya. Tanpa persiapan mengajar, tapi karena situasi yang mengharuskan saya siap. Akhirnya saya pun Siap.

Kelas VII C SMPN 2 Cihaurbeuti(Dokumentasi pribadi: Mengajar di kelas VII C SMPN 2 Cihaurbeuti)

Saya                : “Assalamu’alaikum Wr.Wb”

Anak-anak       : “Wa’alaikum salam Wr.Wb”

Saya                : “Apa kabarnya hari ini?”

Anak-anak       : “Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar”

Saya                : “ okeh, kita akan lanjutkan pelajarannya.”

Anak-anak begitu antusias mengikuti pelajaran matematika, di sela sela pembelajaran saya sering mengaitkan dengan nilai nilai keimanan, agar para siswa selain meningkat pemahaman matematikanya juga meningkat keimananny, karena perkara yang paling penting adalah iman.

Beberapa anak juga ada yang terkejut ketika menerima soal latihan perbandingan yang saya berikan, misalnya pada soal yang pertama :

  1. Allah SWT. Berfirman dalam Q.S as sajdah ayat 5 “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. Jika 1 hari di dunia sama dengan 1.000 tahun di akhirat, maka berapa hari di akhirat jika di dunia 2 hari?

Berpindah di kelas VII D, awal masuk di kelas tersebut sangat terlihat anak-anak masih pemalu. Ini adalah pengalaman baru bagi saya dimana anak-anak banyak diam dan belum muncul rasa keberanian untuk maju kedepan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Mengubah situasi ini saya mulai menyelipkan games dan senam otak.

Kelas VII D SMPN 2 Cihaurbeuti(Dokumentasi Pribadi: Mengajar dikelas VII D SMPN 2 Cihaurbeuti)

Saya    : “okeh, anak anak sekarang kita akan melakukan senam otak, tirukan gerakan tangan aa!” tangan kanan dengan jari telunjuk dan jempol (seperti nembak), lalu tangan kirit dengan jari telunjuk dan jari tengah, dilakukan secara bergantian secara cepat.

Anak-anak       : “ susah a,”

Saya    : “ coba ajah lakukan!! Berjuang” anak-anak pun mulai berusaha untuk melatih jemari tangannya, sambil beberapa teriak “aaakkkh”..

Saya    : “ okeh, sekarang tulis yang aa tunjuk maju kedepan!”

Beberapa anak yang saya tunjuk untuk maju kedepan, tanpa bertindak lama anak tersebut maju. Kemudian saya minta untuk mengerjakan tugas di papan tulis. Karena anak tersebut sudah terlanjut maju, jadi nurut ajah sama gurunya..

Hari rabu, adalah praktek mengajar terakhir saya di SMPN 2 ciharbeuti, saya mengajar di dua kelas berbeda, yang pertama adalah di VII D kemudian VII C.

Saya    : “Diakhir pertemuan ini, aa akan kasih hadiah bagi siapa saja yang berhak mendapatkannya. Dengan syarat dan ketentuan berlaku”

Anak-anak mulai bahagia dan pro aktif dengan segala arahan dari gurunya. Berbeda dengan sebelumnya ketika anak belum diberikan dorongan berupa hadiah.

Beberapa orang diberikan hadiah berupa Al-quran dan buku tulis, keduanya adalah benda berharga yang memiliki sejarah panjang bagi saya, teringat firman Allah SWT dalam quran surat al imran ayat 92 , artinya : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Selamat kepada Ade Nurazizah dan Sinta, dibalik itu saya meyakini bahwa semua murid SMPN 2 Cihaurbeuti adalah siswa pilihan yang dipilih oleh Allah SWT untuk bisa belajar di sekolah tersebut, maka cara kita menggunakan kesempatan dan potensi dari yang maha kuasa menjadi titik tolak perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik. Insya’allah.

Sedikit demi sedikit nilai nilai keislaman mulai diterapkan oleh para siswa, mulai dari peningkatan dalam beribadah wajib, adab, kerapihan ,dll. seperti pada gambar dibawah ini menunjukkan posisi duduk antara laki-laki dan perempuan di pisah, siswa  laki-laki disebelah kiri dan siswa perempuan di sebelah kanan. Alhamdulillah, semoga generasi pelajar muslim menjadi generasi terbaik, amin.

Kelas VII C SMPN 2 Cihaurbeuti(Dokumentasi Pribadi : kelas VII SMPN 2 Cihaurbeuti)

Ketika hendak menutup kelas anak-anak mulai ramai.

Anak-anak       : “a ayo atuh, photbar ( photo bareng)”

Saya                : “ uhun ayo, okeh , kita akhiri dulu pembelajaran kita hari ini dengan membaca hamdalah, dan do’a kafaratul majlis!”

pengalaman ini banyak menyimpan kesan pesan yang dalam mempersiapkan diri untuk kedepannya.. terimakasih semuanya. Semoga banyak manfaat yang dapat kita ambil dari potongan kisah hidup ini.. Amin

Advertisements

About ademiftahfauzi

Seorang Mahasiswa Muslim yang memiliki mimpi besar untuk Dakwah, dengan motto : “Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”

Posted on January 25, 2018, in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Apa Komentar Anda ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: