HUJAN DERAS! Mengajar Tetaplah Indah

Bismillah | Keluarga Blog IslamAssalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah KKN 2018 pun selesai, Apa kabar pembaca sekalian? semoga kita semua tetap dalam kestiqamahan menjalani ibadah dan mendapat lindungan dari  Allah SWT, amin.  Baiklah di kesempatan ini penulis akan berbagi kisah tentang mengajar di TPQ Al-Ghozali dengan judul HUJAN DERAS! Mengajar Tetaplah Indah , Bacalah sampai selesai anda akan dapat merasakan manfaatnya!

 

Hujan Deras! Mengajar Tetaplah Indah

Oleh : Ade Miftah Fauzi

Pada jumat sore, saya baru sampai kerumah setelah menyelesaikan beberapa tugas dan amanah dari orangtua. Dalam quran surat Al Insyirah ayat 7 Allah swt, berfirman “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. Oleh karena itu setelah tugas itu selesai, saya pun tergerak untuk mengerjakan yang lain yakni membaca buku, tak terasa waktu ashar sudah tiba sayapun bergegas berangkat ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat ashar dengan berjamaah.

Selepas shalat saya pun kembali lagi kerumah untuk makan karena memang dari tadi siang belum makan, disela-sela sedang memasak mie, tiba-tiba ada anak yang datang kerumah

 

Anak-anak       : “Assalamu’alaikum Wr.Wb”

Saya                : “Wa’alaikum salam, iyah, ada apa?”

Anak-anak       : “Mau ngambil kunci madrasah!”

Saya                : “oh ,, tunggu sebentar. Disana ada siapa ajah?”

Anak-anak       : “belum ada siapa-siapa, baru kami ajah”

Saya                : “iyah,, ini kuncinya, kalian duluan , saya nanti nyusul”

 

Astagfirullah, saya baru teringat bahwa sekarang adalah jadwal nya masuk ke TPQ Al-Ghozali. Karena di madrasah juga belum ada guru yang datang. Akhirnya sayapun menghentikan aktivitas masak saya, kemudian saya memakai pakaian taqwa  lalu berangkat ke madrasah. Tak berselang lama, hujan pun turun membasahi dunia ini. Saya pun berangkat dengan membawa payung.

Sesampaianya di madrasah, saya begitu bahagia melihat anak-anak berlari kecil datang ke madrasah dengan membawa payung. Rasa lapar, rasa lelah seketika menghilang begitu saja melihat pemandangan ini. Ternyata masih ada anak-anak yang bersemangat menuntut ilmu walaupun hujan deras turun, mungkin sulit untuk dibayangkan dimana banyak hari ini yang lebih nyaman tinggal dirumah daripada pergi untuk menuntut ilmu.

 

Saya    : “ayo sambil nunggu yang lain, kita ngaji dulu!”

Cinta   : “ iyah,, saya dulu !”

Saya    : “ okeh,, tapi nanti gantian sama yang lain!”

 

Kebiasaan sebelum memulai pelajaran adalah mengaji menggunakan pengeras suara sebagai bentuk syiar islam sekaligus melatih anak-anak agar tampil berani dan percaya diri dalam membaca al quran dengan baik.

Sudah pukul 16.00 WIB, saatnya kelas masuk, tapi belum ada guru yang datang. Sebagai seorang yang memiliki jiwa guru tidak mungkin hanya terdiam melihat kondisi ini, anak-anak masuk ke ruangannya masing-masing. Ada tiga kelas di TPQ Al-Ghozali,  kelas A (jenjang RA sampai kelas 2 SD),  kelas B (jenjang kelas 3 SD sampai kelas 5 SD), dan kelas C (jenjang kelas 6 SD sampai SLTP). Karena kelas B dan C berdampingan dan ada satu pintu penghubung dua kelas tersebut, akhirnya saya memindahkan sementara kelas A ke kelas C, kemudian saya berdiri di ditengah-tengah ruangan agar dapat saya awasi. Setelah semuanya duduk dan dalam kondisi siap. Pelajaran dimulai dengan berdo’a bersama.

Setelah selesai berdo’a, saya berdiri diantara dua kelas B dan C, kemudian menyampaikan sebuah cerita kepada mereka tentang Sahabat Nabi yaitu Bilal bin Rabah, perjuangan bilal mempertahankan keimannya, beliau sering disiksa, dilempari batu, di cambuk, dibaringkan lalu diletakkan batu di atas perutnya disaat teriknnya matahari. beliau adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk syurga, bahkan terompah bilal sudah terdengar di syurga. Kemudian saya lanjutkan dengan pembahasan tentang indahnya syurga.

 

Saya                : “siapa yang mau ke syurga?” tanya saya

Anak-anak       : “saya mau,, mau ke syurga,, saya !!!!” teriak mereka.

KEINDAHAN SYURGA

Pembahasan syurga saya mulai dengan mengajak anak-anak untuk membayangkan indahnya syurga, “Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan, Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan, Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Q.S Al Waqiah ayat 15-23 )

Setelah setengah jam berlalu, ada dua guru yang datang. Yang mengajar di kelas A dan C, ada beberapa anak-anak yang mau melanjutkan cerita tentag syurga, tapi di hentikan dulu sejenak .

Mengajar di TPQ Al-Ghozali(Dokumentasi pribadi: saat mengajar di kelas B)

Di sisa waktu yang ada, saya pun mengajar di kelas B. Waktu itu karena anak-anak keasyikan mendengarkan cerita tentag syurga. Saya pun melanjutkannya, namun kali ini saya meminta anak-anak untuk menulis serta menggambar keindahan di syurga, beberapa anak dari kelas A dan C lari menuju ke kelas B, untuk ikut juga. Tapi hanya sebentar , karena waktu sudah habis. Hujannya tak kunjung berhenti. Pelajaran ditutup dengan berdoa, dan anak anak pulang dengan membawa payung dan ada juga yang minta dijemput oleh orangtuanya

Mengajar itu Indah walaupun Hujan deras

Sebuah ungkapan menarik, bahwa “Pengalaman adalah guru terbaik, tapi menjadi guru adalah pengalaman terbaik“, betul saja. banyak hikmah yang dapat kita ambil saat kita menjadi guru, khususnya. semangat yang kita tularkan, ilmu yang kita berikan, akan menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya walau orang tersebut meninggal. syaratnya adalah niat kan karena Allah SWT, bukan karena harta atau pujian dari orang lain.

kami memohon kepada Allah SWT, agar senantiasa meluruskan niat kami, menjaga keimanan dan senantiasa memberikan keistiqamahan dalam menjalankan syariatnya, Amin.

Advertisements

About ademiftahfauzi

Seorang Mahasiswa Muslim yang memiliki mimpi besar untuk Dakwah, dengan motto : “Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.”

Posted on January 29, 2018, in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Apa Komentar Anda ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: